Senin, 01 Oktober 2012

DEFINISI ILMU SOSIAL DASAR


Pengertian
ISD adalah pengetahuan yg menelaah masalah sosial, khususnya masalah2 yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori2 (fakta, konsep teori) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu2 sosial (seperti Geografi sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial Ilmu Politik Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah) MK.
ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep konsep yg dikembangkan untuk melengkapi gejala2 sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

Ruang Lingkup Studi ISD
ISD meliputi dua kelompok utama; studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga2 sosial. Yg terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedang yg kemudian terdiri atas ekonomi dan politik.
Sasaran STUDI ISD adalah aspek aspek yg paling dasar yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah masalah yg terwujud dari padanya.


Tujuan ISD
ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri2 kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dgn sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia2 lain, serta sikap dan tingkah laku manusia2 lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.
Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya.
Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya)
Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Fungsi ilmu sosial dasar
 Adalah memberikan pengetahuan dasar danpengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untukmengkaji gejala-gejala sosialkebudayaan agar daya tanggap,persepsi, dan penalaran mahasiswadalam menghadapi lingkungan sosialbudaya dapat ditingkatkan sehinggakepekaan mahasiswa pada lingkungannyamenjadi lebih besar.
Adapun ruang lingkup materi Ilmu Sosial Dasar adalah:
a. Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu. Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya.
b. Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah-masalah social. Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan social. Bertolak dari kedia konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari di dalam masyarakat selalu terdapat:
1). Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual maupu kelompok.
2). Persamaan dan perbedaan kepentingan.
Persamaan dan perbedaan itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

Bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan 3 golongan :
1. kenyataan-kenyataan social yang ada dala mmasyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu.
2. konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
3. masalah-masalh yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan social yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.

Berdasarkan bahan kajian seperti yang disebut diatas, dapat dijabarkan leih lanjut ke dalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan, untuk dapat di operasionalkan.

Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 Pokok Bahasan, dari kedelapan pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :

1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
4. Masalah hubungan warga Negara dan Negara
5. Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
7. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan Integrasi


Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.



Ilmu Sosial Dasar
Ilmu social terus berkembang secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan manusia di muka bumi ini.
Contohnya :
-           berdirinya akademi polotik di Yogyakarta yang disponsori oleh berdirinya tenaga akademis Pembina ilmu polotik dari belanda.
-          Didirikan balai pendidikan tinggi gajah mada yang mempunyai dua fakultas yaitu fakutas sastra dan fakultas social
-          Didirikan akademi kepolisian
1. Ilmu pengetahuan social.
Dalam perkembangan ilmu social timbul paham studi social disebut IPS, IPS yang berarti ilmu social yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah. IPS adalah bidang studi yang merupakan panduan ( fusi ) dari sejumlahmata pelajaran social. Materi berbagai disiplin ilmu social seperti geografi , ilmu politik , ilmu hokum ,dll.
1. Ilmu social dasar
ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu – ilmu social yang dipergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social  yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. Dengan begitu ilmu ilmu social dan ilmu social dasar tidak ada perbedaan yang prinsipil.
2. latar belakang ilmu social dasar
Latar belakang diberikan mata kuliah ISD di perguruan tinggi karena beberapa hal :
-          Banyaknya kritikan yang timbul yang ditujukan pada system pendidikan di perguruan tinggi, yang masih berbaur colonial.
-          System pendidikan kia menjadi sesuatu yang elite bagi masyarakat sendiri sehingga kita kurang akrab dengan lingkungan masyarakat, serta mengenali dimensi – dimensi lain.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi digharapka tidak menjadi tukan saja tetapi menjadi dan mempunyai tiga jenis kemampuan yaitu
-          kemampuan Personal ( lkemampuan kepribadian )
-          kemampuan akademik
-          kemampuan professional
1. ilmu social dasar sebagai komponen MKDU
kemampuan personal ditanamkan kepada mahasiswa melelui mata kuliah daar umum atau MKDU. MKDU pun memperluas cakrawala tang tidak terbatas sehingga mampu untuik berwawasan lebih luas lagi yang tidak ada batasannya.
MKDU terdiri dari :
1. Agama
2. Pancasila
3. Kewiraan
4. Ilmu Alamiah Dasar ( IAD )
5. Ilmu Sosial Dasar ( ISD )
6. Ilmu Budayal Dasar ( IBD )

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
- I. Pertumbuhan Penduduk dan Migrasi
- Penduduk Dunia dan Masalahnya
- Peningkatan jumlah penduduk / kelebihan penduduk
Disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin, dan tingkat kematian bayi rendah.
Akibatnya yaitu: pengangguran (akibat langsung), dan kriminalitas (akibat tidak langsung)
1. Kekurangan Penduduk (dialami Negara-negara Eropa Barat)
Yaitu kekurangan penduduk berusia muda sebagai generasi penerus. Sebabnya yaitu: lebih mengutamakan pekerjaan / karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk
1. Pendidikan dan Kesehatan di Negara-negara Berkembang
1. Pendidikan
Kurangnya pendidikan bagi anak usia sekolah. Penyebab:
-       Kemiskinan
-       Terikat dalam kerja rumah tangga
-       Kekurangan bangunan sekolah dan pengajar
-       Tidak memiliki sekolah dasar
1. Kesehatan
Penyakit yang banyak diderita
1. kebutaan dan anemia
2. tuberkulosis
3. cacingan
4. polioyelitis
5. lepra
Kekurangan gizi
1. Kekurangan vitamin A
2. Kurang protein hewani
1. Perhatian Para Negarawan dan Ilmuwan terhadap Masalah Penduduk Dunia
Terbentuknya kelompok Roma (club of Rome), yang mengadakan studi internasional tentang batas-batas akhir pertumbuhan dunia (The Limit to Growth) yang mempelajari 5 unsur dominan, yaitu:
a. penduduk makin bertambah
b. pesatnya industrialisasi
c. produk pertanian
d. makin habis sumber-sumber alam yang tak tergantikan
f. makin rusak alam lingkungan

Usaha Mengatasi Penduduk Dunia
1. menyeimbangkan jumlah penduduk
2. konsumsi sumber alam dan pembangkitan polusi harus dikurangi
3. penyelenggaraan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan
4. peningkatan produksi bahan pangan
5. penyuburan dan perlindungan tanah untuk mencegah erosi.

1. Masalah Penduduk di Indonesia
2. Rapat Penduduk
Adalah perbandingan antara jumlah orang dengan tanah yang didiami (diolah) dalam satuan luas. Kegunaan untuk mengetahui rapat penduduk:
untuk mengetahui ada tidaknya gejala overpopulation
o untuk mengetahui pusat-pusat aglomenrasi (pengelompokkan) penduduk
o untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun pusat budaya.
1. Penyebaran Penduduk (Population Distribution) yang tidak merata, sehingga terjadi kelebihan dan kekurangan penduduk. Ini dipengaruhi oleh lokasi, iklim, sumber alam, dan transportasi.
2. Tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah, karena kurangnya fasilitas pendidikan dan pendapatan perkapita penduduk masih rendah.
1. Kebijaksanaan Kependudukan
-          Pengertian: kebijaksanaan suatu negara yang menyangkut kemakmuran penduduknya.
-          Tujuan: untuk dapat tercapainya kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
-          Usaha-usaha yang dilakukan:
1. Ekstensifikasi pertanian: memperluas areal pertanian dengan forest clearing
Intensifikasi pertanian: pemupukan, pengairan,    terasering,dll.
2. Transmigrasi: perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat.
3. Penyebaran industrialisasi: pembangunan industri yang menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.
4. Keluarga Berencana
Tujuan:
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama ibu dan anak
Mengurangi laju pertambahan penduduk.
5. Pendidikan Kependudukan
Tujuan: mengubah cara berpikir dari tradisional statis   menuju cara berpikir yang rasional dinamis.
1. Migrasi
Yaitu perpindahan penduduk yang melintasi batas-batas administrasi, misalnya: kelurahan, kabupaten, kota, Negara.
-. Teori Migrasi
Teori Gravitasi (Ravenstain)
a. Semakin jauh jarak, semakin berkurang volume      migran
b. Setiap arus migran yang benar akan menimbulkan arus balik sebagai gantinya
c.  Perbedaan desa dengan kota yang menyebabkan timbulnya migrasi
d. Wanita cenderung bermigrasi ke daerah-daerah yang dekat letaknya
e. Kemajuan teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi
-. Motif utama migrasi adalah ekonomi
Teori Dorong-Tarik / Push-Pull Theory (Everett S. Lee)
- faktor seseorang untuk bermigrasi:
1)                Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal
2)                Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan
3)                Faktor-faktor rintangan
4)                Faktor pribadi
1. Migrasi Internal: terjadi antara dua unit geografis dalam satu negara.
2. Migrasi Internasional: terjadi antarnegara, kemudian dikenal konsep emigrasi dan imigrasi.
3. Rumus tingkat migrasi:
(jumlah migrasi dalam 1 tahun / jumlah penduduk) x 1000
1. II. Pembagian Kerja dalam Masyarakat
Kurangnya kesempatan kerja. Penyebab:
-       Pertumbuhan penduduk
-       Lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian
Akibat:
-       Pengangguran
-       Arus urbanisasi
Solusi: Penciptaan lapangan kerja yang lebih bervariasi
Perkembangan Kebudayaan
Kebudayaan: hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dalam pandangan sosiologi meliputi:
-                   Kebudayaan material
-                   Kebudayaan non-material
1. Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
-                   Manusia sebagai makhluk biologi: manusia dipelajari dalam ilmu biologi/anatomi.
-                   Manusia sebagai makhluk sosio budaya: menyelidiki segala cara hidup manusia, juga memahami kebudayaan manusia.
1. Hubungan Masyarakat dengan Kebudayaan
Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan utuh.
Masyarakat tak dapat dipisahkan dengan manusia.
Dimana orang bermasyarakat akan timbul kebudayaan.
1. Wujud Kebudayaan menurut Koentjaraningrat
2. Ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan.
3. Kelakuan berpola manusia dalam bermasyarakat.
4. Hasil karya manusia.

Pranata-Pranata dan Institusionalisasi
1. Pranata
Pranata sosial: system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.
4 pengertian norma:
1. Cara (usage)
2. Kebiasaan (folkways)
3. Tata kelakuan (mores)
4. Adat kebiasaan (custom)


Pranata sosial (institusi) dan asosiasi: asosiasi/persekutuan/grup yang terorganisir.
1. Institusionalisasi (perlembagaan)
Merupakan proses perkembangan dari lembaga-lembaga /institusi/pranata. Institusionalisasi belum memiliki unsur-unsur sistem sosial yang sempurna sebagaimana terdapat di dalam institusi (lembaga).




Daftar Pustaka

http://aero-7.blogspot.com/2011/10/definisi-ilmu-sosial-dasar.html
http://laluilmi.blogspot.com/2009/12/ilmu-sosial-dasar-sebagai-salah-satu.html
http://sulfikar.com/ilmu-sosial-dasar-defenisi-kuliah-i.html
http://claudialfeline.blogspot.com/2012/01/rangkuman-ilmu-sosial-dasar.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar